Rabu, 25 Januari 2012

Gerakan Hizmet dalam pendidikan Indonesia

Hizmet atau gerakan yang terinspirasi oleh pemikiran dan tindakan filsuf turki kenamaan, Fethullah Gulen, meliputi semua aspek kehidupan bermasyarakat, tak terkecuali pendidikan. Gulen banyak menuangkan pemikiran-pemikiran tentang pembaruan di dunia Islam dan lebih mengedepankan dialog dan perdamaian antar umat beragama dalam menyebarkan ajaran dan nilai-nilai Islam. Pemikiran-pemikirannya ini kemudian menjadi sebuah gerakan yang ia wujudkan dalam bentuk lembaga-lembaga pendidikan, lembaga amal, media massa cetak dan elektronik, perkumpulan-perkumpulan pelajar dan kelompok-kelompok lobi, bahkan membantu berdirinya asosiasi wartawan dan penulis (Journalists and Writers Foundation) di Turki pada tahun 1994. Gerakan Gulen juga memiliki media sendiri, termasuk koran Zaman, saluran tv Samanyolu, dan stasion radio Burc. Mereka juga memproduksi acara video dan audio. Mereka yang terlibat termasuk intelektual-intelektual kenamaan dari berbagai universitas bergengsi di Turki. Filantropi juga menjadi salah satu program terkenal Gerakan Gulen. Mereka mendirikan lebih dari 1000 sekolah di seluruh dunia, dari Tanzania ke Jepang dan Afrika, tetapi terutama di Asia Tengah. Kini orang-orang Turki yang telah terinspirasi oleh pandangan-pandangannya telah tersebar di sekitar 160 negara, dan di 150 negara tersebut mereka telah mendirikan lembaga pendidikan. Bila suatu negara ingin melihat masa depan  penuh dengan harapan, maka generasi mudanya harus dibekali pembelajaran. bila orang tua ingin memiliki anak yang berbakti, maka anaknya harus diletakkan pada tempat yang dapat membangun pikiran dan hatinya. Dari mereka kita dapat belajar semangat pengabdian yang tulus di tengah budaya egoisme mementingkan diri sendiri dan sikap acuh terhadap sesama. Bukankah nabi Muhammad mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Dan betapa pentingnya pendidikan demi kemajuan bersama di masa depan.
Gerakan Gulen mengoperasikan sekitar lebih dari 1.000 sekolah di 140 negara, surat kabar, TV, radio, universitas, dan bahkan bank. Lembaga-lembaga pendidikan ini menggunakan kurikulum yang sama dengan yang digunakan sekolah-sekolah negeri. Gulen memang menomorsatukan pendidikan yang bisa mengintegrasikan kaum Muslim ke dunia modern. Mereka menekankan nilai-nilai agama seperti perilaku yang baik dan hormat kepada mereka yang lebih tua. Sekolah-sekolah ini didukung oleh para pendukung Gulen, baik dari kalangan pengusaha, aristokrat, birokrat, bahkan rakyat biasa.  Para pengajarnya merupakan lulusan perguruan-perguruan tinggi terbaik Turki. Dan sekolah-sekolah itu dianggap berhasil menawarkan pendidikan berkualitas tinggi. Mereka memang dikenal sebagai pekerja keras dan sangat mendahulukan pelayanan (hizmet). Hizmet bukanlah merupakan jalan lain ataupun alternatif dari pergerakan yang sudah ada. Hizmet bergerak berdasarkan prinsip-prinsip positif, yakni bahwa gerakan ini secara independen berusaha untuk tidak menjadi oposisi dengan siapapun, dan senantiasa bersikap inheren mengikuti alur sistem di negara manapun mereka tinggal. Hizmet ini juga bertujuan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan, bekerjasama dengan organisasi-organisasi lain juga para legislator. Hizmet ini tidak menjadi oposisi dari siapapun, masyarakat manapun, dan bangsa manapun. Hizmet ini membuka pintu secara terbuka bagi orang-orang yang memiliki fikiran, budaya, dan agama yang berbeda, dengan tetap berlandaskan alqur’an dan sunah, memegang teguh prinsip-prinsip dasar hizmet dengan tetap menjunjung tinggi hak azasi manusia, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai universal kemanusian.
Pendidikan ala hizmet termanifestasi dan direalisasikan oleh NGO bernama Pasiad. Dalam perspektif penulis, apa yang dilakukan oleh Pasiad adalah wujud dari hizmet itu sendiri. Pasiad tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga bidang sosial budaya. Peran dan jasa Pasiad di Indonesia dan kawasan Pasifik lainnya tak perlu dibantah lagi. Terkait dengan pendidikan, semua tokoh besar di Indonesia memberikan testimoni tentang pendidikan jenis ini. Mereka memuji dan mengapresiasi jenis pendidikan yang dikembangkan. Gus Dur mendeskripsikan sistem pendidikan ala Turki ini sebagai sistem pendidikan yang mengedepankan pengembangan moral dan akhlak yang harus ditiru oleh bangsa besar seperti Indonesia ini agar keluar dari krisis multi dimensi.  Inilah, kata Gus Dur, yang diwariskan oleh Said Nursi dan Fethullah Gulen.
Pendidikan dengan konsep Gulen terealisasi dengan sangat baik oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Tercatat ada lebih dari enam sekolah yang mengadopsi sistem pendidikan ini dan berasosiasi langsung dengan Pasiad. Sekolah-sekolah tersebut misalnya Kharisma Bangsa, Pribadi Bilingual School, Semesta, SBB Sragen, dan Fatih Bilingual School. Kesemuanya adalah sekolah internasional yang merupakan favorit dan dambaan siswa-siswi di Indonesia. Meskipun nama sekolah berbeda beda, tapi kaitan dengan Pasiad sangat erat, bahkan saat Presiden Turki berkunjung ke Indonesia, beliau tak luput untuk mengunjungi sekolah ala Turki ini. Selain di Indonesia, sekolah jenis ini diapresiasi dengan sangat baik di Rusia. Saat pembukaan sekolah Turki disana, salah satu pejabat pemerintahan bahkan mengatakan, adanya sekolah Turki di Rusia merupakan peristiwa historis tak terlupakan selain pengiriman astronot Rusia ke luar angkasa beberapa tahun sebelumnya.
Ada beberapa karakteristik sekolah dengan konsep hizmet yang dikembangkan oleh Pasiad, terutama mereka punya kesamaan atau keserupaan dalam tiga aspek, yakni visi-misi, program dan fasilitas penunjang. Pandangan Gulen yang integral ini termanifes dalam sekolah-sekolah yang terinspirasi pendapatnya, yang dilandasi semangat hizmet. Diantara karakteristik lembaga pendidikan tersebut:
a.       Terintegrasi dengan teknologi. Semua sekolah yang terinspirasi Gulen pasti mendukung pengajaran science dengan menyediakan fasilitas pengajaran komplit yang dilengkapi laborat. Karenanya tak mengherankan bila dalam olimpiade “science”, banyak siswa yang menyabet berbagai penghargaan interrnasional.
b. Visi Misi dan Program yang hampir sama, yakni pembentukan karakter dan akhlak lewat pendidikan moral serta pengembangan dan pengajaran sains terkini.
c.     Mempunyai fasilitas Bahasa yang canggih dan mewajibkan penggunaanya, baik Arab maupun Inggris. Fasilitas olahraga pun demikian.
d.    Training for Trainer, pelatihan bagi para pengajar dan staffnya. Termasuk berbagi pengalaman, ide dan motivasi antar pengajar yang rutin diadakan. Juga pengembangan kurikulum yang selalu dikontrol.

Kharisma bangsa bervisi “To participate in the education endeavors by making students know that they are the most beloved creations of God and to comprehend the exact meaning of the spirit of unity, helping appreciating to each other with care. We believe that this is the only way to reach for humanity and the real happiness”. Visi ini jelas sesuai dengan konsep pendidikan yang diteoritisikan oleh Gulen dan Bediuzzaman, bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan untuk membuat mereka mendapatkan kehidupan dunia yang baik, lebih lanjut pendidikan adalah untuk menyadarkan kita akan Tuhan dengan segala kuasanya dan akan pentingnya moralitas – spiritualitas dalam hidup. Karenanya tak salah jika misi yang dikembangkan oleh Kharisma bangsa sangat ideal, yakni: Membekali siswa dengan ilmu pengetahuan terkini dan moral yang tinggi, Membimbing siswa agar berguna bagi nusa dan bangsanya, Menjadi lembaga pendidikan terdepan di dunia dengan sistem yang unggul.
Untuk merealisasikan visi-misinya, sekolah Kharisma Bangsa mempunyai 9 program unggulan yang ditawarkan kepada masyarakat Indonesia:
1.       Pendidikan Moral
2.       Kombinasi Kurikulum Nasional dan Internasional
3.       Fasilitas yang memadai
4.       Program Ekstrakurikuler
5.       Olimpiade Sains
6.       Konsep Asrama
7.       Pembangunan Karakter
8.       Persiapan Studi ke Luar Negeri
9.       Biaya yang terjangkau
Dengan konsep yang sedimikian matang, Kharisma bangsa tentunya menjadi sebuah alternatif, atau bahkan pilihan utama, bagi masyarakat ditengah tengah dikotomi sekolah Indonesia, antara yang negeri dan yang swasta, yang masih saja membawa dan melahirkan generasi yang krisis dimensi ahlak.
                Fatih Bilingual School yang bermotto “right environment for learning” menekankan diri pada kurikulum yang berbasis pengembangan skill, pengetahuan dan akhlak sebagai misinya. Mereka mempunyai empat visi sebagai berikut:
a.      Prepare students intellectually, morally, socially, emotionally, and physically for admission to the best universities/institution in the world.
b.      Ensure the development of essential social and natural sciences knowledge.
c.       Direct students into becoming effective communicators, networkers and cross-cultural team players. Facilitate learning and communication in multiple languages.
d.      Help students garner realistic objectives that foster a fondness of their language and culture, and a keen awareness of their surroundings to help them to become tolerant, open-minded and respectful towards other cultures in the multicultural context of the region, and the international sphere.
Untuk mewujudkan hal tersebut Fatih mempunyai 3 program andalan:
a.      A continuously revised and developed curriculum tailored to student needs.
b.      A dedicated and enthusiastic team of teachers who arc role models in every sense.
c.       A fully equipped, dynamic physical environment.
Konsep Fatih yang futuristik ini tentunya akan melahirkan generasi bangsa yang handal yang tidak hanya berpengetahuan tetapi juga bermoral dan mempunyai kualitas leadership. Yang luar biasa tentunya adalah bagaimana Fatih berusaha membentuk pelajar yang tidak hanya unggul dalam hal sains dan karakter, tetapi juga menonjol secara sosial, emosional dan dalam performansi fisik semisal dibidang seni. Ini adalah pandangan komprehensif, suatu perspektif yang melihat pendidikan sebagai wahana untuk membentuk manusia yang ideal. Cara yang holistik seperti ini adalah karakter dasar pendidikan model Gulen.
SBBS yang bermotto “school of champions” mempunyai visi yang serupa, yakni : Pusat keunggulan pendidikan yang ternama di daerah maupun Nasional dengan kualitas international untuk mewujudkan pribadi yang berilmu tinggi dan berakhlaq mulia serta mampu mengaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Mereka menawarkan fasilitas yang sangat kompleks sebagai berikut: a. Multimedia Classes b. Science & Computer lab c. Internet Access 24 Hours d. Asrama yang sejuk e. Library f. Music Room g. Swimming Pool h. Lapangan Basket Indoor i.  Lapangan Tenis  j. Luas Tanah 12 Ha. Mereka mempunyai sistem pendidikan yang kompleks dengan bentuk bimbingan berupa: a. Long Life Education b. Parent Visit c. Mother Class Program d. Camping Program e. Academic Consultation f. Counseling Program g. Self Study Morning – Night.
Hal yang mengagumkan adalah walaupun SBBS terletak di Sragen, yang tentunya secara lokus kurang strategis di bandingkan dengan sekolah-sekolah model Gulen lain, visi mereka tetap universal dan internasional. Bahkan mereka ingin pelajar yang bernaung menjadi jawara di bidang sains dan lainnya, to be champions. Untuk mewujudkan hal tersebut mereka bahkan menerapkan konsep belajar nonstop yang disebut self study. Tentunya, serupa dengan model sekolah ala Gulen yang lain, mereka menawarkan fasilitas yang mewah nan kompleks yang melebihi sekolah negeri di Sragen. Hal ini tentunya faktor luar biasa yang akan menarik minat dan atensi masyarakat Sragen dan sekitarnya. Apalah artinya visi dan misi yang luar biasa seandainya tidak diimbangi dengan fasilitas dan faktor penunjang yang lengkap untuk merealisasikannya. SBBS dengan demikian sudah lengkap dan ideal untuk mendidik anak-anak bangsa di wilayah tersebut.
Sekolah Pribadi berusaha mewujudkan generasi yang : 1. Who knows the basic aims of the National Education and strives to realize them. 2. Who digests the information and makes it his/ her own rather than mere memorizing. 3. Who is a researcher 4. Who gets along well wth technology, and continually renews himself/herself. 5. Who is cooperative, and likes sharing 6. Who is respectful to faith, sensitive to public values and environment. 7. Who acts with feeling of helping one another and solidarity. 8. Who is preferable at those fields relevant to his/ her education. 9. Who believes in quality. 10.  Who knows foreign languages, knows other cultures, who is integrated to the world, happy and succesfull. Hal ini merupakan harapan yang sangat luar biasa dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Generasi dengan karakter-karakter diatas tentunya tidak hanya akan membuat masyarakat maju dalam teknologi, tetapi juga berkualitas dalam moral dan berkarakter. Apa yang digariskan oleh sekolah Pribadi adalah apa yang diteoritisikan oleh Gulen tentang bagaimana seharusnya pendidikan itu.
                Semesta meletakkan pondasi pembangunan menuju Indonesia baru dengan melalui pendidikan yang berwawasan internasional dan berakhlak mulia untuk generasi bangsa dari berbagai etnis, ras dan agama. Ini merupakan sekolah nasional berasrama yang menerapkan sistem pendidikan berkualitas dengan kurikulum Nasional Plus. Semesta merupakan sekolah unggulan yang didirikan atas kerjasama Yayasan Al Firdaus Indonesia dengan Assosiasi Pasiad Turki yang terletak di kota Semarang, Jawa Tengah. Sistem pendidikan berbasis siswa, dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris khususnya untuk mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, dan Bahasa Inggris. Dengan didukung fasilitas pendidikan yang modern dan canggih serta tenaga pengajar asing yang profesional yang siap mengantarkan putra-putri Indonesia dalam persaingan pendidikan baik tingkat nasional maupun internasional.
                Semua sekolah-sekolah tersebut,dengan lokasi yang terpisah jauh di seluruh wilayah Indonesia, mempunyai visi-misi, program dan fasilitas yang hampir sama. Tak lain hal tersebut dikarenakan mereka mengadopsi pendidikan perspektif Gulen. Gulen meskipun hidup nan jauh disana, Amerika Serikat, tetapi pandangannya mendunia dan diimplementasikan di semua negara, kecuali Iran yang memang tak mengizinkan “madrasah” ala Turki berdiri disana. Ini menunjukkan bahwa visi Gulen tentang pendidikan sangat bermanfaat di tataran praksis dan inilah yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh dunia pendidikan, metode edukasi yang holistik dan kaffah. Kesemua ini bisa tersebar luas tentunya disebabkan oleh sebuah “gerakan” komunitas yang disebut Hizmet.

0 comments:

Posting Komentar